Pedang ini disumbangkan ke Museum sebelum tahun 1935. Merupakan salah satu warisan penting pejuang Aceh masa Perang Aceh-Belanda. Pedang bergaya India semacam ini oleh masyarakat Aceh disebut dengan "Peudeung On Jok".
Gagangnya mencerminkan seni Aceh yang khas, terbuat dari baja dengan pelindung tangan yang dilapisi tekstil. Pada kepala "ulee" gagang pedang didekorasi menggunakan daun, benang, dan bola emas dengan tehnik filigree yang dikombinasikan dengan permata intan; dekorasi merepresentasikan bintang persegi delapan dengan motif vegetal, sulur tumbuhan, dan buah anggur. Emas ini telah disepuh merah, orang Aceh sangat menghargai emas yang dimerahkan, itu tampak pada hampir seluruh perhiasan emasnya. Pada Bilahnya terdapat cap produksi yang menginformasikan penanggalan relatif dan asalnya, yang ternyata bilah ini diproduksi lebih awal dari gagangnya; buatan Inggris abad ke-17–18.



0 Comments