Kau dan aku pernah menulis janji di dahi waktu, namun angin merobek helaian mimpi itu. Setiap tawa berubah jadi bisu, setiap pelukan jadi ruang yang kosong menunggu. Jika tak lagi searah , biarkan jadi sejarah , b…
Read moreDi sudut sunyi malam yang kelam, Terpaut rindu dalam jiwa yang dalam, Seorang anak menatap langit nan hampa, Mencari bayang yang kini tiada. Kala tangan hangat tak lagi menyapa, Dan suara lembut hilang di udara, Hatimu terpaut pa…
Read moreDi bawah langit perak yang merunduk, Waktu adalah sungai yang mengalir tanpa henti, Membawa kenangan seperti daun-daun gugur, Terombang-ambing dalam pelukan angin sepi. Hati adalah lautan yang dalam dan luas, Gelombangnya menyimp…
Read moreDi balik senyum yang lembut terlukis, Tersembunyi mimpi dan harap yang manis. Seperti embun pagi yang menyejukkan, Hatimu cerah, penuh kehangatan. Langkahmu ringan menari di angin, Membawa cerita dari dalam hati yang dalam. Seora…
Read moreMata lelah menatap langit senja, Berat memang beban yang kupikul setiap hari. Bukan hanya urusan rumah dan dapur saja, Tapi juga harapan yang seakan tak pernah tergapai. Tangan yang lelah merajut mimpi, Seringkali terhenti oleh r…
Read moreHujan rintik membasahi pipi, Menyatu dengan air mata yang jatuh tak terhenti. Kata-katamu menusuk relung jiwa, Seperti duri tajam yang menancap di hati. Janji-janji manis sirna ditelan waktu, Tinggal kenangan pahit yang terus men…
Read moreKau adalah mentari di ufuk hatiku, Menyinari lembah jiwa yang sunyi, Setiap sinarmu menari di pelangi, Mewarnai kalbu dengan hangat rindu. Cinta ini bagai lautan tak bertepi, Gelombangnya menghempas karang waktu, Namun aku ada…
Read moreMentari tenggelam di ufuk barat, Membawa pergi sisa-sisa hangat. Bayangan panjang menari di tanah, Hening menyelimuti, sunyi bergema. Di antara dedaunan yang mulai layu, Sejuta kenangan terukir sayu. Langkah kaki terhenti, hati…
Read moreMentari tenggelam, membisu pilu, Heningnya malam, sunyi tanpamu. Rumah kita kini, hampa dan sepi, Hanya kenangan, yang selalu abadi. Tangan-tangan kasarmu, kini tak lagi, Memelukku hangat, menghapus air mata ini. Langkah ka…
Read moreDi tepian senja, bayang-bayang menari, Menyisakan luka, pilu yang tak terperi. Langkah kaki terhenti, di antara debu jalan, Kisah terukir dalam, hati yang tertawan. Bukan lagi gadis suci, dengan mimpi di dada, Jejak masa lalu, …
Read moreKasih sayang orangtua seperti sinar mentari Yang membangun kan serta menghidupkan Dan juga seperti sinar bulan Yang terus menerangi di tengah kegelapan Ibu……… Engkau lah wanita yang mulia Engkau telah melahirkan…
Read moreIbu ... Kasih sayangmu sepanjang masa Kau menjadi lentera dalam hidupku Mentari siangku dan rembulan malamku Kau juga menjadi rumah tempat ku berkeluh kesah Layaknya baskara yang menyinari buana Begitulah engkau…
Read morePANORAMA KEHIDUPAN Puisi Siti Halimah Angin bertiup kearah sang penghidupan Menikmati panorama dipagi hari, Merasakan sejuknya alam yang damai.
Read moreIlustrasi : Google Peraduan Sajak Rindu Oleh: NH5 Menembus sajak rindu Dalm peraduan sunyi mengkode begitu syahdu Mengitari rekahan penuh khusyu Terlelap orang terbungkus selimut balutan semu
Read moreÙˆَÙŠْلاَتث Ù…ُسْÙ„ِÙ…ُ رُÙˆْÙ‡ِÙ†ْجِÙŠَ Tangisan Muslim Rohingya Karya : Maulidia Nurisma اِÙ†َّ Ù‚َØ·ْرَØ©َ عَÙŠْÙ†ِ لاَسَدّÙ„َناَ Tetesan air mata tak terbendung سَÙ…ِعْناَ صِياَØØ§ً ÙˆَبُكاَØ¡ً Ø·ُÙˆْÙ„َ النَّهاَرِ ÙˆَاللَّÙŠْÙ„ِ J…
Read moreاَلزِّÙ‰ْÙ†َØ©ُ الدُّÙ†ْÙ‰َا Perhiasan Dunia Karya: Intan Ayunisah اًÙ†َØ´ِّرُ اْلقمَاشِ اْلعُÙ„ُؤَÙ‰َا Kubentangkan kain atas auratku Ùƒَانَتْ Ù…َغْØ·َاهُ Ù„ِتِّصَÙ„ِ النَّظْرِ Hingga tertutup untuk kau pandang Ù„َÙ‰ْسَ ا…
Read moreTangisan hatiku Detik detik kepergianmu masih terbayang di benakku Kau ucapkan lafadh yang menusukkan hatiku Tergoncang dada tatkala ku dengar kata-kata darimu Dengan lembut kau menuntut perpisahan denganku
Read more
BERITA