Puisi Jika Tak Searah Biar Jadi Sejarah - Syarifuddin Kasem

 


Kau dan aku pernah menulis janji di dahi waktu,

namun angin merobek helaian mimpi itu.

Setiap tawa berubah jadi bisu,

setiap pelukan jadi ruang yang kosong menunggu.

 

Jika tak lagi searah, biarkan jadi sejarah,

biar kenangan mengering di tepian hati.

Tak perlu lagi kita mendayung pada arus yang salah,

lepaskan saja, biarkan luka mengerti arti pergi.

 

Ada sisa baumu di bantal yang kukunci,

ada melodi sedih yang terus berulang.

Kutitip rindu pada malam yang tak peduli,

kututup buku kita dengan tangan yang gemetar.

 

Kita pernah seirama, menari di antara debu,

tapi langkahmu hilang ketika fajar menjerat.

Kini aku berdiri di persimpangan waktu,

mencari wajahmu di sela-sela berharap yang patah.

 

Jika tak lagi searah, biarkan jadi sejarah,

biar musim berganti tanpa namamu di bibir.

Kubiarkan semua kata yang tak sempat terucap,

mengendap jadi abu, hilang tanpa saksi.




Post a Comment

0 Comments